Pancasila Yang Selalu Di Balik Tirai Indonesia

In: Social Issues

Submitted By deandelz
Words 317
Pages 2
Pancasila yang selalu di Balik Tirai Indonesia oleh Dyah Inastra Damapuspita, 1006759706
Fakultas Ilmu Komputer

Judul: Menjaga etika bermasyarakat
Penulis: Toeti Adhitama, Anggota Dewan Redaksi Media Group
Data Publikasi: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/10/01/171961/68/11/Menjaga-Etika-Bermasyarakat-/ya diakses 5 Oktober 2010, 13.20

Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Segala sesuatu dalam penyelesaian masalahnya selalu dihadapkan dengan Pancasila. Akan tetapi, mengapa perilaku dan sifat masyarakat Indonesia tidak sesuai dengan Pancasila? Mengapa bahkan ada pejabat yang tidak hapal Pancasila? Mengapa Indonesia yang seharusnya terkenal lemah lembut malah lebih terkenal kekerasannya? Toeti Adhitama, dalam artikelnya menulis mengenai Pancasila sebagai sistem nilai di Indonesia.

Sepanjang sejarah bangsa ini, masyarakat Indonesia dijiwai nilai-nilai dan moral Pancasila. Menurut Toeti, itu mengandung makna bahwa etika politik Indonesia seharusnya merujuk ke falsafah tersebut. Semua sistem kenegaraan seharusnya bernapaskan falsafah tersebut, bukan yang bernapaskan ideologi asing mana pun. Semua tindakan-tindakan yang masyarakat lakukan seharusnya berlandaskan Pancasila. Sayangnya, spirit untuk meyakini Pancasila sebagai landasan idiil bangsa, dan UUD'45 sebagai landasan yuridis, telah menipis. Padahal, kelima sila Pancasila sudah menunjukkan bahwa Pancasila tidak mengunggulkan mayoritas ataupun minoritas. Dia memenangkan moralitas. Menurut Toeti, Masyarakat Indonesia lebih senang meniru masyarakat Barat daripada melestarikan budaya sendiri. Bukan hanya itu, masyarakat Indonesia hanya menganggap Pancasila sebagai hiasan belaka, karena dengan sesuka hati mereka melakukan korupsi. Kekerasaan dan perlawanan dimana-mana, moral seakan sudah hilang. Padahal, Pancasila merupakan dasar negara, oleh karenanya harus dijadikan sumber nilai utama dan sekaligus…...

Similar Documents

Definisi Perekonomian Indonesia

...Definisi perekonomian Indonesia Secara umum perekonomian indonesia adalah cara suatu bangsa atau negara untuk mengatur kehidupan ekonomi agar tercapai kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya. Menurut UUD 1945 perekonomian indonesia adalah sistem perekonomian campuran dimana negara menguasai cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak, bumi dan air dan kekayaan yang terkandung didalamnya yang merupakan pokok kemakmuran rakyat dikuasai oleh negara Macam-macam sistem perekonomian di Indonesia 1. Sistem Ekonomi Tradisional Merupakan sistem ekonomi yang masih terikat dengan adat istiadat, kebiasaan dan nilai budaya setempat Ciri – ciri: a) aturan yang dipakai adalah aturan tradisi, adat istiadat, dan kebiasaan; b) kehidupan masyarakatnya sangat sederhana; c) kehidupan gotong-royong dan kekeluargaan sangat dominan; d) teknologi produksi yang digunakan masih sangat sederhana. 2. Sistem Ekonomi Liberalis Merupakan sistem ekonomi yang memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk memilih dan melakukan usaha sesuai keinginan dan keahliannya Ciri –ciri : a) setiap individu memiliki kebebasan untuk memiliki faktor-faktor produksi; b) perekonomian diatur oleh mekanisme pasar; c) peranan modal dalam perekonomian sangat menentukan bagi setiap individu untuk menguasai sumber-sumber ekonomi sehingga dapat menciptakan efisiensi; d) peranan pemerintah dalam perekonomian sangat kecil; e) hak milik atas alat-alat produksi dan......

Words: 2612 - Pages: 11

Pancasila

...kebutuhan yang harus dipenuhi setiap harinya. Mustahil jika orang tersebut dapat memenuhi kebutuhannya dengan duduk diam tanpa melakukan sesuatu. Karena itulah orang bekerja. Selain untuk mencari nafkah, bekerja pun dilakukan untuk mencapai gol atau impian seseorang dalam hidupnya. Memiliki suatu pekerjaan adalah sebuah tantangan. Berangkat lebih pagi dari seharusnya agar tidak terlambat,dan pulang larut untuk mendapatkan gaji lembur. Belum lagi harus mendengar ketidakpuasan direktur atau bahkan kritik dari rekan kerja atas hasil kerja keras seseorang. Beranjak dari sini, seseorang membutuhkan pedoman perilaku dalam bekerja. Apa yang harus ia lakukan setiap hari, agar mencapai tujuan kerja mereka. Perilaku seseorang dalam bekerja sangat menentukan pandangan orang terhadap diri kita, entah kita termasuk pekerja keras, atau mungkin pemalas. Dengan berperilaku disiplin dan beretika, hasil pekerjaan pun akan maksimal. Jika hasil pekerjaan kita maksimal, maka performa kerja pun akan meningkat yang dapat berujung pada kenaikan upah/gaji. Tentu kita lakukan ini semua tanpa kecurangan atau praktik-praktik lain yang tidak jujur. Ketika kita membahas perilaku yang baik dalam bekerja, sudah barang tentu tidak lepas dari dasar negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu Pancasila. Lima sila yang terdapat pada alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945 adalah sumber terbaik untuk diteladani oleh para pekerja. Setiap sila mengandung makna yang indah, yang membawa setiap insan......

Words: 2151 - Pages: 9

Sejarah Pancasila

... SEJARAH PANCASILA  Kemerdekaan bangsa Indonesia pertama kali diumumkan oleh Pemerintah Militer di Indonesia pada tanggal 17 September 1944 oleh perdana Menteri Koyso, bahwa dalam waktu dekat akan dibentuk suatu badan yang bertugas mempelajari langkah-langkah mana yang perlu diambil sebagai persiapan kemerdekaan. Penyampaian tersebut sebagai lanjutan pada tanggal 29 April 1945. Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tnggal 28 Mei 1945 telah dilantik resmi oleh badan yang diketuai seorang jepang, akan tetapi kenyataanya dipimpin secara bergiliran oleh dua orang ketua muda, yaitu Dr. Rajiman Wediodinigrat dan R.P. Suroso. Pada mulanya anggotanya yang berjumlah 63 orang. Badan ini mengadakan dua kali sidang yang pertama kali pada tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni dan yang kedua pada tanggal 10-17 Juli 1945. Dalam sidang pertama kali yang dikemukakan oleh Ketua Dr. Rajiman meminta kepada para anggota agar memaparkan pendapat mereka tenatng apa yang akan dijadikan dasar Indonesia Merdeka. Sementara anggota berpendapat bahwa pernyataan itu akan membawa ke persoalan filsafat dan menghambat penyusunan konstitusi, soal dasar negara tersebut sidang pertama. Yang dimaksud adalah suatu “hilosophisce grondslang” dikatakan sebagai falsafah, yaitu pikiran yang sedalam-dalamnya, untuk diatasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi. Dasar serupa dianggap perlu karena Negara sebagai suatu organisasi kemasyarakatan yang hanya berfungsi...

Words: 612 - Pages: 3

Indonesia

...Keadilan Sosial di Mata Kaki Oleh : Jonathan Brianto Raharjo 2012-011-082 Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah bangsa yang dibentuk oleh para pendiri bangsa yang secara resmi tercantum dalam alinea ke-empat Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 dan berasal dari kepribadian bangsa Indonesia sendiri yang memang sudah mendarah danging bagi masyarakat Indonesia dalam bermasyarakat , berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai luhur bangsa yang ditanamkan dalam lima sila ini memiliki peranan masing-masing yang saling mendukung dalam mewujudkan cita-cita bangsa yang, namun karena maraknya globalisasi yang muncul menyebabkan nilai-nilai luhur bangsa ikut terkikis zaman, yang sebenarnya bila kita laksanakan pancasila dalam kehidupan sehari-hari nilai luhur pancasila itu tidak lekang dimakan zaman yang sudah bermacam-macam ini . Dewasa ini banyak sekali terjadi permasalahan dan penyimpangan dari nilai-nilai luhur bangsa yang disebabkan oleh tidak memilikinya sifat pancasila , khususnya Salah satu sila yang terdapat dalam pancasila yang mendukung mengenai cita-cita bangsa yang terdapat dalam alinea ke-dua Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 mengenai cita-cita bangsa “Negara yang merdeka , bersatu ,berdaulat , adil dan makmur” adalah sila ke-5 yaitu , “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Namun dalam perjalanan mencapai cita-cita bangsa penerapan pancasila tidak berjalan dengan baik , bahkan para petinggi...

Words: 1249 - Pages: 5

Persebaran Penduduk Di Indonesia

...PERSEBARAN PENDUDUK DI INDONESIA Disusun Oleh : * Lutfiano Alhafid A. Pengertian Persebaran Penduduk Persebaran atau distribusi penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk di suatu wilayah atau negara. Persebaran penduduk menurut tempat tinggal. dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu persebaran penduduk secara geografis dan persebaran penduduk secara administratif (politis). Persebaran penduduk secara geografis adalah karakteristik penduduk menurut batas-batas alam seperti pantai, sungai, danau dan sebagainya. Secara geografis, penduduk Indonesia tersebar di beberapa pulau besar (Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua) dan pulau-pulau atau kepulauan. Sedangkan, persebaran penduduk secara administrasi adalah karakteristik penduduk menurut batas-batas wilayah administrasi yang ditetapkan oleh suatu negara. Secara administratif (politis), penduduk Indonesia tersebar di 33 propinsi, yang mempunyai lebih dari 440 kabupaten dan kota. B. Persebaran Penduduk di Indonesia Persebaran penduduk di Indonesia dapat dikatakan tidak merata, hal ini dikarenakan perbandingan tingkat kepadatan penduduk di Pulau Jawa yang tinggi tidak sebanding dengan pulau-pulau yang lain. Sekitar 60% penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa yang hanya memiliki luas ± 6,6% dari luas wilayah daratan Indonesia. Secara umum, tingkat kepadatan penduduk dapat diartikan sebagai perbandingan banyaknya jumlah penduduk dengan luas daerah atau wilayah yang ditempati berdasarkan......

Words: 872 - Pages: 4

Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Pemersatu Bangsa

...Judul:BAHASA INDONESIA SEBAGAI IDENTITAS DAN PENYATU BANGSA MENGHADAPI PENGUBAH SOSIAL Pengarang:Mansoer Pateda Subjek:Sosiolinguistik BAHASA INDONESIA SEBAGAI IDENTITAS DAN PENYATU BANGSA MENGHADAPI PENGUBAH SOSIAL Mansoer Pateda IKIP Gorontalo 1. Fungsi Bahasa IndonesiaSeminar Politik Bahasa Nasional, 25-28 Februari 1975 di Jakarta, antara lain merumuskan bahwa di dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia (selanjutnya disingkat BI) berfungsi sebagai (1) lambang kebanggaan nasional, (2) lambang identitas nasional, (3) pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda latar belakang sosial budaya bahasa, dan (4) alat perhubungan antarbudaya dan antardaerah (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1975:5). Dalam pergaulan internasional, BI mewujudkan identitas bangsa sebagai identitas fonik, di samping identitas fisik, yakni bendera merah putih dan garuda Pancasila. Beriringan dengan pesatnya perkembangan BI sebagai lambang identitas nasional, teraktualisasikan pula perkembangan bahasa daerah (selanjutnya disingkat BD) sebagai lambang identitas daerah yang keberadaannya diakui di dalam UUD 1945 yang secara bersamaan dengan BI menghadapi arus globalisasi. Kenyataan menunjukkan bahwa tidak ada persaingan antara BI dan BD. Oleh karena itu, pemerintah tidak ragu-ragu mengonsepkan kurikulum muatan lokal yang memberikan peluang bagi sekolah-sekolah untuk mengajarkan BD di daerah masing-masing. 2. Identitas BangsaSosok yang menunjukkan bahwa dia adalah......

Words: 2391 - Pages: 10

Pancasila

...with human rights of Surabaya citizens. This paper shows that domestic violence violates Pancasila and its principles because it violates human rights of people in Surabaya. And as part of Indonesia, we must take action about it. There will also be some solutions that are offered to decrease the number of domestic violence in Surabaya. Background Humans are social beings. Every human needs other people to carry out his/her life. This means that every human must gather and work together to build a better life and the key point of working together is having the same goal. Building a team, communities, and organizations are some of the way to achieve the same goal that people have. But besides that, the simplest way to achieve a goal that people have in common is building a family. Family is very important because it is the basic need of human being. Family is a place to build a character of a person. Family is a place to learn how to respect and protect each other. And family will only work out only when the members work together and have a positive relationship to each other. Nowadays, in Surabaya, the meaning of building a good family has been fading. Every year, the number of divorce in Surabaya is getting bigger and bigger. And one of the causes of that is violence that happens in the family. Surabaya is one of the cities that have the highest number of domestic violence in Indonesia. Government has tried to solve this problem by Undang-Undang No. 23 Tahun 2004......

Words: 1992 - Pages: 8

Perilaku Harga Cpo Indonesia

...dalam agribisnis. Kenaikan harga maupun penurunan harga CPO di pasar dunia memerlukan antisipasi yang cepat sehingga perusahaan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Untuk itu perusahaan harus mempunyai perencanaan produksi yang baik dalam proses produksi pabrik. Untuk itu penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisa perencanaan produksi CPO (minyak sawit) dan PK (inti sawit) pada pabrik kelapa sawit kebun Rimbo Dua PTP Nusantara VI dan menganalisa strategi pengadaan TBS dan pengendalian CPO dan PK serta strategi alternatifnya pada pabrik kelapa sawit kebun Rimbo Dua PTP Nusantara VI di Kabupaten Tebo Propinsi Jambi. Penelitian mengenai perencanaan produksi dan pengendalian bahan baku untuk mencapai tujuan perusahaan perlu dilakukan. Perencanaan itu sendiri merupakan langkah awal sebelum proses produksi dilaksanakan. Sehingga, dengan strategi perencanaan produksi yang tepat maka hasil yang diharapkan dapat diperoleh semaksimal mungkin. I. Pendahuluan Perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu sektor perkebunan unggulan di Indonesia yang mengalami perkembangan yang cukup pesat. Dari kurun waktu tahun 2000 sampai 2009 perkembangan luas areal perkebunan hampir dua kali lipat yang pada mulanya 4.158.077 ha menjadi 7.125.331 ha dan diiringi juga dengan peningkatan jumlah produksi (Khudori, 2008). Perkembangan tanaman kelapa sawit telah dikembangkan di beberapa daerah di Indonesia dan menjadi unggulan tanaman perkebunan. Hal ini......

Words: 4720 - Pages: 19

Pengangguran Di Indonesia

...kerja untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan. Pengangguran terjadi di seluruh negara di dunia, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Pengangguran yang tinggi pada negara berkembang, seperti Indonesia, menjadi masalah yang sulit untuk dipecahkan.Sebuah negara tidak akan bisa lepas dari berbagai macam permasalahan yang berhubungan dengan warga negaranya. Terlebih lagi pada negara yang memiliki jumlah penduduk yang tinggi, seperti Indonesia. Masalah ketenagakerjaan, pengangguran, kenaikan harga atau yang disebut dengan inflasi, begitu juga kemisikinaan di Indonesia sudah merupakan masalah pokok bagi bangsa ini dan membutuhkan solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut agar tidak menghambat langkah Negara Indonesia untuk menjadi negara yang lebih maju. Pemerintah sudah melakukan berbagai macam cara unuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Pengangguran di Indonesia sendiri dikarenakan di Indonesia masih banyak orang bermalas-malasan, dan berharap uang datang dengan sendirinya. Beberapa ada yag mempuyai niat untuk bekerja tetapi tidak memiliki kemampuan. Sedangkan sebaliknya ada juga orang yang memiliki kemampuan tetapi tidak mau menggunakan kemampuannya itu untuk bekerja. Pengangguran terjadi karena lebih banyaknya jumlah angkatan kerja dibandingkan lapangan pekerjaan. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja, yang disebabkan antara lain; perusahaan yang menutup atau mengurangi......

Words: 2947 - Pages: 12

Pengaruh Inflasi Dan Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia

...Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. 1. Pendahuluan dan Latar Belakang Inflasi telah menjadi masalah besar dalam perekonomian Indonesia. Ada berbagai cara dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi krisis yang terjadi. Pemerintah Indonesia sering menggunakan kebijakan uang ketat dengan menaikkan suku bunga. Karena itu, tingkat suku bunga menjadi penting, karena bisa digunakan untuk menganalisa ekspektasi inflasi. Suku bunga merupakan faktor yang penting dalam perekonomian suatu negara karena sangat berpengaruh terhadap “kesehatan” suatu perekonomian. Hal ini tidak hanya mempengaruhi keinginan konsumen untuk membelanjakan ataupun menabungkan uangnya tetapi juga mempengaruhi dunia usaha dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu tingkat suku bunga mempunyai pengaruh yang sangat luas, tidak hanya pada sektor moneter, melainkan juga pada sektor riil, sektor ketenagakerjaan, bahkan sektor internasional. Secara teoretis terdapat dua jalur utama mekanisme transmisi kebijakan moneter, yaitu melalui jalur jumlah uang yang beredar dan jalur harga melalui suku bunga. Jalur suku bunga ini merupakan channel yang penting untuk perekonomian Indonesia. (Sarwono dan Warjiyo, 1998; serta Warjiyo dan Zulverdy, 1998). Pengujian empiris mengungkapkan bahwa pengaruh suku bunga terhadap inflasi mempunyai hubungan yang lebih stabil dibandingkan dengan agregat moneter. Upaya untuk menekan fluktuasi tingkat suku bunga tergantung pada keberhasilan mengendalikan gejolak di pasar......

Words: 2104 - Pages: 9

Modal Asing Menjamur Di Indonesia

...ASING MENJAMUR DI PERBANKAN NASIONAL Oleh : Fida Juniati Mahasiswa Konsentrasi Moneter 2012 Jurusan Iesp Universitas Jember Semakin maraknya modal asing di perbankan indonesia perlu dibatasi. Hal ini bisa menyebabkan ketidakstabilan sistem keuangan. Pasalnya di indonesia permodalan asing sudah mencapai 64 persen. Berdasarkan data PT Kustodian Setral Efek Indonesia (KSEI). Per Januari 2015, investor asing institusi menguasai Rp 1,289 triliun (68,49%) dari total kepemilikan asing. Adanya UU No 10 Tahun 1998 tentang  Perbankan yang mengizinkan kepemilikan asing pada bank lokal hingga 99 persen, seolah menjadi angin segar yang mengakibatkan permodalan asing semakin menjamur di Indonesia. Perlu adanya penegasan tentang batasan permodalan asing di sektor perbankan Indonesia. Hal ini tidak mungkin bisa dibiarkan begitu saja. Bisa dikatakan Indonesia adalah negara yang paling longgar dalam membatasi permodalan asing berbeda dari negara-negara tetangga seperti malaysia, singapura dan filipina yang sangat ketat dalam membatasi permodalan asing. Dengan banyaknya modal asing yang masuk di wilayah Indonesia, menunjukkan bahwa banyak investor asing yang tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Mungkin hal ini karena pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan jumlah penduduk Indonesia yang banyak sehingga terlihat menjanjikan bagi investor asing. Modal asing sebenarnya sangat bermanfaat bagi Indonesia terutama untuk menggairahkan iklim usaha maupun perekonomian Indonesia dan modal......

Words: 615 - Pages: 3

Tawuran Pelajar Di Indonesia

...ANALISIS TAWURAN PELAJAR DI INDONESIA Disusun Oleh: Ivan Wahyu Ramadhan NIM K7515027 Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta 2015 Tawuran Pelajar di Indonesia I. PENDAHULUAN Tawuran antar pelajar merupakan fenomena sosial yang sering terjadi masyarakat di Indonesia. Bahkan ada sebuah pendapat yang menganggap bahwa tawuran merupakan hal yang tidak dapat lepas dari pelajar yang menginjak usia remaja. Tawuran antar pelajar sering terjadi di kota-kota besar yang seharusnya memiliki masyarakat dengan peradaban yang lebih maju. Para pelajar remaja yang sering melakukan aksi tawuran tersebut lebih senang melakukan perkelahian di luar sekolah daripada masuk kelas pada kegiatan belajar mengajar. Tawuran tersebut telah menjadi kegiatan yang turun temurun pada sekolah tersebut. Sehingga tidak heran apabila ada yang berpendapat bahwa tawuran sudah kebiasaan atau sudah menjadi tradisi pada sekolah tertentu. Kerugian yang disebabkan oleh tawuran tidak hanya menimpa korban dari tawuran saja, tetapi juga mengakibatkan kerusakan di tempat mereka melakukan aksi tersebut. Tentunya kebanyakan dari para pelaku tawuran tidak mau bertanggung jawab atas kerusakan yang mereka timbulkan. Biasanya mereka hanya lari setelah puas melakukan tawuran. Akibatnya masyarakat menjadi resah terhadap kegiatan pelajar remaja. Keresahan tersebut sendiri merupakan kerugian dari tawuran yang bersifat psikis. Keresahan ini......

Words: 1632 - Pages: 7

Perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan Di Indonesia

...Kewarganegaraan di Indonesia   Sebelum Proklamasi Kemerdekaan   Pada jaman Hindia Belanda di kenal dengan nama “Burgerkunde”. Pada waktu itu ada 2 buku resmi yang digunakan, yaitu : a. Indische Burerschapkunde, yang di bicarakan dalam buku tersebut, masalah masyarakat pribumi. Pengaruh barat, bidang sosial, ekonomi, hukum, ketatanegaraan dan kebudayaan, masalah pertanian, masalah perburuhan. Kaum menengah dalam industri dan perdagangan, terbentuknya dewan rakyat, masalah pendidikan, kesehatan masyarakat, pajak, tentara dan angkatan laut.  b. Rech en Plich ( Bambang Daroeso, 1986: 8 9) karangan J.B. Vortman yang dibicarakan dalam buku tersebut yaitu :Badan pribadi yang mengutarakan masyarakat dimana kita hidup, obyek hukum dimana dib icarakan eigondom eropah dan hak-hak atas tanah. Masalah kedaulatan raja terhadap kewajiban-kewajiban warga negara dalam perinta Hindia Belanda. Masalah Undang-Undang, sejarah alat pembayaran dan kesejahteraaan Adapun tujuan dari buku tersebut, yakni: agar rakyat jajahan lebih memahami hak dan kewajibannya terhadap pemerintah Hindia Belanda, sehingga diharapkan tidak menganggap pemerintah belanda sebagai musuh tetapi justru memberikan dukungan dengan penuh kesadaran dalam jangka waktu yang  panjang.   Pada tahun 1932 pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan peraturan yang disetujui Volksraad, bahwa setiap ugru harus memiliki izin. Dalam  pertimbangannya adalah banyak guru sekolah partikelir bukanlah lulusan sekolah guru, dan yang berhak......

Words: 1743 - Pages: 7

Penerapan Sarbanes Oxley Di Indonesia

...Studi Kasus : Penerapan Sarbanes Oxley di Indonesia Oleh : Levinda Edvandini Yustina Hiola [pic] PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2012 AKUNTAN PUBLIK DAN REGULATOR ATAS KEANDALAN SISTEM PELAPORAN KEUANGAN Perekonomian  suatu  negara  yang  menganut  sistem  pasar,  terutama  yang memiliki  pasar modal  untuk menggalang  dana masyarakat  bagi  kebutuhan  investasi peruisahaan  emiten,  sangat  dipengaruhi  oleh  tingkat  kepercayaan  masyarakat terhadap  pasar modal  tersebut.  Suatu  pasar modal  yang  dikelola  dengan  baik  (well managed) akan dapat memberikan ketenangan  bagi  investor  bahwa dana  investasi mereka  akan  aman dan dipergunakan oleh emiten  secara bijak untuk meningkatkan kemakmuran  pemegang  saham  dan  stakeholders  lainnya.  Kepercayaan  pemegang saham  terhadap manajemen  suatu  perusahaan   dapat meningkat  apabila  informasi finansial  dan  informasi  penting  lainnya  dapat  mereka  peroleh  (transparan)  dan ketepatan serta kebenarannya diatestasi oleh kantor akuntan public yang kompeten, efektif  dan independen. Beberapa  peristiwa   yang menyangkut masalah  pelaporan  laporan  keuangan emiten,  seperti  kasus  Kimia  Farma  dan  Bank  Lippo,  yang  terjadi  di  pasar  modal Indonesia,  membuat  investor  tidak  dapat  sepenuhnya  mempercayai  begitu  saja  laporan yang dibuat oleh emiten. Kenyataan bahwa laporan keuangan tersebut sudah melalui  proses  audit  yang  dilakukan  oleh  kantor ......

Words: 3097 - Pages: 13

Analisis Kasus Sumber Daya Manusia Pada Nike, Inc Di Indonesia

...TUGAS INDIVIDU MATA KULIAH ORGANISASI DAN SUMBER DAYA MANUSIA Analisis Kasus Sumber Daya Manusia Pada NIKE, Inc di Indonesia (Upah, Jam Kerja, Usia Pegawai, Uang Lembur, dan Pesangon) Oleh: Novina Eka S. P056111291.47 Dosen: Prof. Dr. Ir. Aida Vitayala S. Hubeis PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN DAN BISNIS SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012 OSDM – Studi Kasus NIKE - novinaekas DAFTAR ISI Halaman Daftar Isi ........................................................................................................... 2 BAB I. PENDAHULUAN ........................................................................... 3 I.1 Latar Belakang ............................................................................ 3 I.2 Tujuan Penulisan ......................................................................... 4 BAB II. LANDASAN TEORI ...................................................................... 5 II.1 Manajemen Sumber Daya Manusia ........................................... 5 II.2 Profil Perusahaan Nike, Inc ....................................................... 7 BAB III. PEMBAHASAN ............................................................................ 12 III.1 Penjabaran Kasus .................................................................... 12 III.2 Pembahasan ............................................................................. 15 III.3 Manajemen Sumber......

Words: 5352 - Pages: 22